Sunday, 12 December 2010

Sutarman dan Kisah Gus Dur 'Mundur'

Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman punya cerita tersendiri mengenai almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Mantan ajudan Gus Dur ini punya banyak cerita menarik saat mengawal tokoh pluralisme tersebut.



Sutarman mengaku bisa membuat tokoh pluralisme itu mundur. Maksudnya?

"Yang bisa mengendalikan Gus Dur itu hanya ajudannya. Pak Amien Rais menyuruh mundur, nggak bisa dia. Kalau kata ajudan, 'Gus di depan ada lubang,' mundur. Mundur dia," kata Sutarman disambut gelak tawa wartawan di ruang kerjanya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/11/2010).

Ya, cerita 'mundur' ini bukan maksud menyuruh Gus Dur mundur dari kepemimpinannya, melainkan mundur dari langkah kakinya.

"Saya banyak cerita itu sama beliau itu," katanya.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini juga mengagumi pribadi Gus Dur. "Daya ingatnya kuat. Kemudian visi ke depannya juga kuat," kata lulusan Akpol tahun 1981 ini.

Kekagumannya soal Gus Dur lainnya yakni kepemimpinan. Pria yang hobi trademill ini mengacungi jempol atas pengaruh Gus Dur yang kuat terhadap masyarakat Jawa Timur.

"Hebat, saya termasuk pengagum beliau. Dengan konsistensi dan bagaimana dia membawa rakyat kecil ini untuk memajukan daerah, bahkan dianggap sebagai wali. 70 persen kalau digerak Gus Dur, Jawa Timur itu mendukung," ungkapnya.

Kuatnya pengaruh Gus Dur di Jatim inilah yang akhirnya mendapatkan dukungan sebagai presiden. Menurut mantan Kapolres Jakarta Barat, kalau ingin menjadi presiden, harus bisa menguasai daerah Jawa.

"Makanya kalau mau jadi presiden itu kuasai Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jawa timur itu pemilihnya 38 juta, Jawa Barat juga sekitar itu. Itu sudah menguasai 70 juta dari penduduk, itu kuncinya," tutupnya.

No comments:

Post a Comment